Calon Bos OJK Sarjito Sebut 3 Tantangan Bursa Mineral RI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Calon Bos OJK Sarjito menyampaikan tiga tantangan utama pengembangan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Indonesia. Pertama, Indonesia masih bergantung pada harga internasional meski menjadi produsen nikel terbesar dunia (67% produksi global) dan minyak sawit (57%). Kedua, ekosistem perdagangan komoditas masih terfragmentasi dengan risiko under-invoicing, transfer pricing, dan pelarian devisa. Ketiga, data mineral dan komoditas belum terintegrasi di beberapa institusi, diperlukan infrastruktur pasar yang kredibel untuk price discovery dan Indonesia Reference Price. Di 2025, sektor pertambangan menyumbang 8,75% ke PDB Indonesia. Sarjito mengusulkan delapan pilar kebijakan: Trusted Infrastructure, Market, Player, Product, Data, Regulator, Ecosystem, dan Price.
Bagikan
Berita terkait
Bocoran Istana: Sawit hingga Nikel Bakal Masuk Bursa Mineral
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 12.54
8 Kebijakan Andalan Sarjito, Calon Bos Bursa Mineral dan Komoditas OJK
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 15.01
KAGEOGAMA Dukung Bursa Mineral Strategis: Dari Kekayaan Geologi Menuju Kedaulatan Nilai
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 11.05
OJK melantik Henry Rialdi sebagai Deputi Komisioner Bursa Mineral
ANTARA News · 19 Agustus 2026 pukul 21.38