Juli 2026, Transaksi JFX Tembus Rp3.268 triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta (JFX), Yazid Kanca Surya menyatakan bahwa harga referensi yang kredibel harus terbentuk melalui mekanisme perdagangan transparan yang mencerminkan interaksi pasar, bukan penetapan sepihak. Menurutnya, proses price discovery yang terbuka dan melibatkan banyak pelaku pasar akan menghasilkan harga yang lebih akurat dan dapat dipercaya. Hal ini penting mengingat peran Indonesia sebagai produsen komoditas strategis seperti minyak sawit.
Pada periode 28 Juni hingga 25 Juli 2026, aktivitas perdagangan Olein di JFX mencapai volume 67.564 lot dengan nilai transaksi sekitar Rp6,85 triliun. Aktivitas ini menunjukkan likuiditas pasar yang terjaga dan mendukung proses pembentukan harga yang semakin aktif. Yazid menekankan bahwa penguatan price discovery di dalam negeri memberi Indonesia kesempatan untuk mengurangi ketergantungan pada benchmark internasional dan menciptakan referensi harga yang lebih mencerminkan karakteristik pasar nasional.
Dengan demikian, JFX berupaya memperkuat peran pasknya sebagai platform perdagangan komoditas yang transparan dan kompetitif, sekaligus mendukung industri minyak sawit nasional agar lebih mandiri dalam menentukan harga.
Bagikan
Berita terkait
Penguatan Price Discovery Penting untuk Membangun Harga Referensi Komoditas Domestik
JPNN.com · 4 Agustus 2026 pukul 20.38
3 Fakta Sindikat Judol Bertransaksi Rp 890 M yang Dibongkar Bareskrim
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 08.11
BRI ungkap volume transaksi super app BRImo tembus Rp4.166 T per Juni
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 20.52
IHSG Hari Ini Dibuka di Zona Merah ke Level 6.296
SINDOnews · 14 Agustus 2026 pukul 10.24