Pengurus Pusat Hidayatullah Dorong Sekolah 3T Perkuat Bahasa Daerah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pengurus Pusat Hidayatullah mengusulkan kerja sama dengan Kementerian Kebudayaan untuk memperkuat pelestarian bahasa dan budaya daerah melalui jaringan sekolah dan pesantrennya, terutama di wilayah 3T. Dalam pertemuan dengan Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Jakarta pada 10 September, Ketua Majelis Syura Hidayatullah Hamim Thohari menyatakan bahwa organisasi tersebut mengelola 351 sekolah formal, 400 pesantren, 1.365 rumah Quran, dan 10 perguruan tinggi tersebar di berbagai daerah. Hamim menekankan bahwa keberadaan sekolah Hidayatullah di kawasan 3T menjadi peluang strategis untuk mengajarkan bahasa dan budaya lokal kepada generasi muda sesuai konteks wilayah masing-masing.
Fadli Zon menyambut positif rencana kolaborasi tersebut dan menyatakan Kementerian Kebudayaan terbuka untuk bekerja sama dengan organisasi masyarakat dan lembaga pendidikan yang memiliki jaringan luas di daerah. Ia menjelaskan bahwa pemajuan kebudayaan mencakup berbagai aspek seperti seni, bahasa, tradisi lisan, manuskrip, ritus, adat istiadat, permainan rakyat, dan pengetahuan tradisional. Fadli juga menekankan pentingnya melestarikan warisan budaya Islam di Nusantara, seperti masjid bersejarah dan ekspresi seni kaligrafi.
Selain kolaborasi dalam pelestarian bahasa daerah, Hidayatullah juga mengembangkan program pencak silat khas untuk memperkenalkan warisan budaya kepada generasi muda. Kementerian Kebudayaan saat ini mendukung upaya ini melalui 33 Balai Pelestarian Kebudayaan di seluruh Indonesia serta peluang pemanfaatan Dana Indonesiana untuk kegiatan kebudayaan berbasis komunitas.
Bagikan
Berita terkait
Yogyakarta Didorong Jadi World Book Capital, Jogja Book Fair Jadi Modal Awal
VOI · 9 September 2026 pukul 10.20
Fadli Zon Bidik Budaya Jadi Mesin Ekonomi dan Soft Power Indonesia
VOI · 4 September 2026 pukul 22.30
Budaya Tak Cuma Soal Identitas, Fadli Zon Sebut Bisa Jadi Mesin Ekonomi
VOI · 4 September 2026 pukul 21.30
Usulan Tanda Kehormatan Lebih dari 100 Nama-Gelar Pahlawan Masih Diproses
kumparan · 2 September 2026 pukul 22.56