Peningkatan Karhutla, Dampak Iklim atau Ulah Manusia?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di beberapa wilayah Indonesia, termasuk Taman Nasional Bromo dan Gunung Gede. Pemerintah memusatkan perhatian pada enam wilayah: Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Dari keenam wilayah tersebut, setidaknya 48.000 hektar lebih lahan terbakar, dengan Kalimantan Barat sebagai penyumbang terbesar, hampir mencapai 30.000 hektar.
Sulitnya pengendalian api dipengaruhi oleh karakteristik lahan gambut dan faktor El Nino yang menyebabkan cuaca panas. BMKG memantau karhutla melalui data hotspot dari satelit Terra dan Aqua yang diakumulasi dalam 24 jam terakhir untuk mengidentifikasi wilayah dengan indikasi aktivitas kebakaran.
Pemerintah telah menyiagakan 43 helikopter untuk operasi penanganan karhutla dan mengusahakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk hujan buatan. Namun, OMC hanya dapat dilakukan jika ada awan hujan, seperti yang disebutkan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 19.55
Karhutla 2 Hektare di Desa Apung, Ditsamapta Polda Kaltara Turunkan 35 Personel
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 19.25
Karhutla belum Padam, Manggala Agni Masih Berjibaku Padamkan Api 7 Titik Sumsel
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 15.10
Karhutla di Kalteng Meluas, 622 Hektare Lahan Terbakar
SINDOnews · 13 Agustus 2026 pukul 18.43
APHI dan GAPKI Kompak Imbau Anggota Perkuat Pencegahan Karhutla
Berita terkait
Karhutla di Indonesia Capai 107 Ribu Hektare hingga Agustus 2026
CNN Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 16.03
Ancaman Karthutla 2026 Meningkat, Polri Siagakan Ribuan Personel
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 11.50
Api Terkendali di Bromo, Manggala Agni Lanjutkan Pendinginan
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 17.16
Karhutla Gunung Bromo Padam, Tim Gabungan Masih Siaga Antisipasi Titik Asap Baru
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 10.35