Penjelasan Pakar Penyebab Pikiran Negatif Sulit Hilang di Kepala
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Studi dari Tilburg University dan KU Leuven mengungkapkan bahwa pikiran negatif sulit hilang akibat interaksi antara emosi buruk dan kebiasaan ruminasi. Penelitian terhadap 179 orang dewasa menunjukkan bahwa individu dengan gejala depresi dan kecemasan sosial tinggi cenderung terjebak pada penafsiran negatif terhadap situasi ambigu, meskipun telah ada informasi pembanding yang baru.
Para peneliti menekankan pentingnya fleksibilitas berpikir daripada sekadar memaksa berpikir positif. Kemampuan untuk mempertimbangkan penjelasan alternatif yang rasional, mengelola emosi, serta mencari dukungan sosial menjadi kunci untuk memutus siklus pikiran negatif tersebut. Studi ini menyimpulkan adanya hubungan timbal balik yang saling memperkuat antara pikiran dan emosi.
Bagikan
Berita terkait
Musik Bisa Membantu Mengatur Emosi, Begini Cara Kerjanya
VOI · 27 Agustus 2026 pukul 17.55
Hidup Terasa Hambar? Ini 10 Tanda Mati Rasa yang Perlu Anda Kenali
VOI · 24 Agustus 2026 pukul 17.45
Sinopsis Film The Narcissist's Playbook: Bongkar Pola Manipulasi dan Perilaku Narsistik
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 17.30
Ketika Dunia Kerja Berubah dan Tekanan Bertambah, Ini Dampaknya bagi Kesehatan Mental
VOI · 19 Agustus 2026 pukul 15.47