Jakarta · Rabu, 30 September 2026Cari
WargaKonoha

Perang AS-Iran Masih Panas! Teheran Warning, Kapal Selat Hormuz Bahaya

Iran mengancam menyerang infrastruktur di Timur Tengah jika keamanan negaranya tidak terjamin, sebagaimana disampaikan oleh Kepala Negosiator Iran Mohammad Bagher Ghalibaf. Ancaman ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal dari Teheran, sementara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menunggu tanggapan resmi dari Washington dalam waktu satu hari. Konflik ini semakin panas di sekitar Selat Hormuz, yang menjadi jalur kritis untuk seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia. Iran telah mempertahankan blokade terhadap pelayaran komersial di Selat Hormuz sejak konflik dimulai pada akhir Februari, setelah serangan udara AS dan Israel yang menewaskan Ayatollah Khamenei. Militer AS juga memblokade pelabuhan Iran untuk mencegah ekspor minyak Tehran. Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) memberi peringatan keras kepada kapal-kapal Barat yang melewati Selat Hormuz tanpa izin. Mereka menyatakan bahwa selat tidak benar-benar terbuka hingga kembali seperti sebelumnya, dengan setidaknya 125 kapal melewati setiap hari mengangkut minimal 20 juta barel minyak. Kapal yang mencoba melewati akan diserang atau tertembak oleh ranjau. IRGC juga mengancam untuk menyerang kapal yang mencoba menyelundupkan minyak dengan transponder dimatikan di kegelapan malam. Di sisi lain, Iran mengklaim telah memulai kembali negosiasi dengan AS melalui perantara Qatar. Beberapa pertemuan telah berlangsung di New York antara diplomat Iran dan utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner. Sebagai syarat untuk mengakhiri blokade, Iran menuntut gencatan senjata tujuh hari di seluruh Timur Tengah, termasuk di Lebanon, pencairan aset luar negeri, pencabutan sanksi sektor minyak, dan pengakhiran blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran.

Berita terkait