Perang Iran Kuras Kas Angkatan Laut AS, Gaji Tentara Terancam
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perang yang dilakukan AS dan Israel terhadap Iran tengah menguras anggaran Angkatan Laut AS secara signifikan. Dokumen Pentagon yang diperoleh The Guardian memperlihatkan adanya kekurangan dana, termasuk dalam pembayaran gaji, karena sebagian besar dana dialihkan untuk mendanai operasi tempur di luar negeri. Akibatnya, sejumlah kegiatan rutin Angkatan Laut, seperti pemeliharaan fasilitas non-darurat di pangkalan pantai, ditunda karena keterbatasan dana.
Kepala Operasi Angkatan Laut Laksamanal Daryl Caudle memperingatkan Kongres bahwa krisis pendanaan akan mencapai puncaknya pada Juli, sehingga ia mungkin terpaksa membuat keputusan sulit yang dapat memengaruhi latihan dan operasi rutin. Menteri Pertahanan Pete Hegseth juga mendesak pencairan pendanaan darurat, menyatakan bahwa perang Iran telah menelan biaya sebesar US$35,7 miliar, sementara pemerintahan Trump meminta tambahan US$67 miliar untuk Departemen Pertahanan.
Analis pertahanan Todd Harrison dari American Enterprise Institute menyatakan bahwa masalah keuangan ini sudah lama diketahui oleh pihak militer, namun tidak pernah diungkapkan secara terbuka. Situasinya semakin memburuk karena operasi militer yang intensif menyedot persediaan amunisi dan memicu serangan balasan dari Iran ke pangkalan strategis AS di Timur Tengah.
Bagikan
Berita terkait
Petani AS Alami Krisis Terburuk dalam 40 Tahun, Perang Iran Bikin Boncos Rp543,1 Triliun
SINDOnews · 28 Agustus 2026 pukul 21.43
Enam Bulan Perang Iran, Pasar Mulai Terbiasa meski Ujung Konflik Belum Terlihat
VOI · 28 Agustus 2026 pukul 17.45
Perang Iran Berlarut-larut, Diplomasi Dikebut Kejar Pembukaan Selat Hormuz
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 16.46
6 Bulan Perang Iran, Trump dan Dunia Hadapi 6 Konsekuensi Pedih
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 10.30