Perang Kelar Langsung Bikin Harga BBM Turun? Tak Semudah Itu
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Serangan drone Ukraina ke Rusia dan serangan di Teluk Persia melumpuhkan kapasitas penyulingan minyak global sekitar 5 juta barel per hari. Gangguan di Selat Hormuz menghilangkan sekitar 3 juta barel kapasitas Timur Tengah, sementara serangan Ukraina melumpuhkan sekitar 1 juta barel kilang Rusia. China juga berhenti mengekspor, memperparah defisit pasokan.
Harga bensin AS saat ini US$4,06 per galon, turun dari puncak 2026 US$4,56, namun masih 36% lebih mahal dibanding sebelum perang. Harga minyak mentah anjlok 10% ke US$76 per barel setelah isu kesepakatan AS-Iran, namun harga bensin tetap mahal karena krisis penyulingan menciptakan keterputusan antara harga mentah dan eceran. Crack spread melampaui US$70 per barel. Laba penyulingan melonjak: Valero +400% (US$3,7 miliar), Marathon Petroleum +300% (US$5,1 miliar), Phillips 66 +300% (US$3,8 miliar). Kilang Pantai Teluk AS diuntungkan impor minyak Venezuela dan kelonggaran Undang-Undang Jones. Pemulihan lambat karena kerusakan infrastruktur dan kesulitan suku cadang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 8 Agustus 2026 pukul 17.35
Kilang Minyak Rusia Terbakar Usai Serangan Drone Ukraina
SINDOnews · 6 Agustus 2026 pukul 03.30
5 Perusahaan Minyak Paling Untung Besar saat Perang Iran, Saudi Aramco Paling Fantastis Capai Rp585 Triliun
Berita terkait
Harga Minyak Dunia Membara, Pertamina Bicara Proyeksi Harga BBM Nonsubsidi
Warta Ekonomi · 12 September 2026 pukul 20.09
Harga Minyak US$108/Barel, Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Gak Naik!
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 16.25
Minyak Dunia Tembus US$108, Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 15.26
Minyak Dunia Melonjak, ESDM Beri Sinyal Penyesuaian Harga BBM Non-Subsidi
Liputan6.com · 29 September 2026 pukul 12.30