5 Perusahaan Minyak Paling Untung Besar saat Perang Iran, Saudi Aramco Paling Fantastis Capai Rp585 Triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Penutupan Selat Hormuz akibat perang Iran mengganggu aliran energi global, menyebabkan harga minyak melonjak selama berbulan-bulan dan berdampak pada pasar energi dunia. Perusahaan-perusahaan minyak raksasa meraup keuntungan besar dari situasi ini, dengan Saudi Aramco mencatat laba kuartalan Rp585 triliun, ExxonMobil Rp259 triliun, Chevron Rp215 triliun, Shell Rp179 triliun, dan TotalEnergies Rp102 triliun. Laba ini didorong oleh harga minyak acuan global yang naik ke rata-rata $96,68 per barel pada paruh kedua 2026, serta margin penyulingan yang kuat dan permintaan yang meningkat, terutama bagi perusahaan yang ekspornya tidak terdampak hambatan di Selat Hormuz.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 14.30
Perang Kelar Langsung Bikin Harga BBM Turun? Tak Semudah Itu
CNBC Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 05.39
AS Kehilangan Pegangan di Perang Iran, Trump Maju Kena-Mundur Kena
Detik.com · 5 Agustus 2026 pukul 08.10
Harga Minyak Turun Sedalam Ini Usai Sinyal Damai AS & Iran
Liputan6.com · 4 Agustus 2026 pukul 15.31
Laba Saudi Aramco Melambung 33%
Berita terkait
Harga Minyak Dunia Tembus USD88,52 per Barel, Melonjak 6% dalam Sepekan
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 21.00
Tantangan Baru Iran untuk AS, Trump "Mimpi" Caplok Selat Hormuz
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 06.25
Trump Sebut Akan Klaim Selat Hormuz Jadi Wilayah AS Usai Kalahkan Iran
kumparan · 15 Agustus 2026 pukul 04.19
Wapres AS Sebut Nuklir Iran Bukan Lagi Prioritas AS, Terus Apa?
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 16.16