Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Perang Saudara Arab Membara Lagi, Pemerintah Diserang-30 Tewas

Kelompok Houthi Yaman menewaskan sedikitnya 30 tentara pemerintah dan melukai 15 lainnya dalam serangan rudal yang menargetkan kamp militer di Kegubernuran Hadramout dan Marib. Serangan pada Kamis pukul 14.00 waktu setempat ini menghantam Pasukan Perisai Tanah Air, Pasukan Darurat, dan Wilayah Militer Pertama. Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengklaim korban mencapai ratusan, sementara militer Yaman menyebut serangan itu sebagai respons balasan atas operasi mereka. Komandan Divisi Darurat Pertama menyebut korban tinggi karena pasukan sedang berkumpul untuk latihan pagi.

Serangan ini merupakan eskalasi paling sengit sejak 2022, mengakhiri empat tahun relatif tenang. Pertempuran meningkat setelah Houthi mengumumkan blokade maritim terhadap Arab Saudi pada 20 Juli, menyusul insiden pesawat Iran yang dicegah mendarat di Sanaa dan serangan ke Bandara Abha. Koalisi pimpinan Saudi melancarkan serangan balasan ke target Houthi di Yaman barat. Kedutaan Besar AS mengutuk serangan itu sebagai tindakan pengecut dan terorisme, sementara koalisi Saudi melaporkan 11 warga sipil terluka di Najran.

Konflik ini berakar sejak 2014, ketika Houthi menguasai Sanaa dan koalisi pimpinan Saudi melakukan intervensi pada 2015. Houthi yang bersekutu dengan Iran dan pasukan pemerintah dukungan Saudi sama-sama memobilisasi pasukan secara masif. Serangan terjadi saat perang AS-Israel terhadap Iran menutup Selat Hormuz, memperparah gangguan ekspor minyak dan energi. Wakil ketua Otoritas Konsultasi dan Rekonsiliasi Yaman, Abdul Malik al-Mekhlafi, menilai Houthi melanggengkan perang untuk mencegah pemulihan negara.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait