Tentaranya Tewas Dihantam Rudal-Drone, Yaman Bersumpah Balas Houthi!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Jumlah tentara Yaman yang tewas dalam serangan kelompok pemberontak Houthi bertambah menjadi sedikitnya 45 personel, naik dari laporan awal 17 orang. Pemerintah Yaman yang diakui internasional bersumpah akan membalas serangan tersebut pada 'waktu yang tepat'. Kementerian Pertahanan Yaman menyebut Houthi melancarkan 'serangan berbahaya' menggunakan rudal balistik dan drone yang menargetkan kamp dan unit angkatan bersenjata di Marib dan Hadramawt. Selain korban tewas, 80 tentara lainnya mengalami luka-luka dan masih dirawat di rumah sakit di Marib dan Seiyun.
Kelompok Houthi yang didukung Iran mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini. Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan operasi 'skala besar' itu menyasar pasukan yang didukung Arab Saudi di sejumlah area seperti Al-Ruwaik, Al-Abr, dan Al-Thaniyah, serta kamp militer lainnya, dengan melibatkan banyak rudal balistik dan drone. Serangan terjadi di tengah pertempuran sporadis di berbagai garis depan sejak awal Juli, yang telah menewaskan dan melukai puluhan orang di kedua belah pihak.
Situasi di Yaman relatif mereda sejak gencatan senjata April 2022, namun Houthi kembali aktif menyerang, terutama target Saudi, sejak perang Timur Tengah yang melibatkan AS dan Iran meluas.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 13.30
Perang Saudara Arab Membara Lagi, Pemerintah Diserang-30 Tewas
JPNN.com · 7 Agustus 2026 pukul 12.20
Militer Saudi Bersiap Menghadapi Serangan Iran dan Antek-anteknya
Berita terkait
Kelompok Houthi Luncurkan 6 Rudal Balistik ke Pelabuhan Mokha Yaman
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 08.57
Kiai Besar Arab Saudi Serukan Jihad Bawa Ayat Al-Quran, Ada Apa?
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 17.10
Houthi klaim serang Riyadh dan fasilitas Aramco di Yanbu
ANTARA News · 25 September 2026 pukul 09.57
Houthi Tembak Jatuh Drone Wing Loong 2 Milik Saudi Senilai Rp35 Miliar
SINDOnews · 23 September 2026 pukul 15.25