Perang Saudara Sadis Tetangga RI: Warga Ibadah Dirudal-Ibu Hamil Tewas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rezim militer Myanmar melancarkan belasan serangan udara terhadap target sipil di Kotapraja Ponnagyun dan Thandwe, Negara Bagian Rakhine, termasuk kawasan Pantai Ngapali yang terkenal. Serangan yang berlangsung sejak pekan lalu menewaskan sedikitnya delapan warga sipil, termasuk seorang wanita hamil dan seorang biksu Buddha, serta melukai puluhan orang lainnya. Jet tempur rezim menjatuhkan bom berbobot 500 pon di sekitar pemukiman, kuil, hotel, sekolah, dan restoran.
Kelompok pemberontak Arakan Army (AA) melaporkan bahwa serangan ini membongkar jurang antara retorika perdamaian rezim dan tindakan nyatanya di lapangan. Saat ini AA telah menguasai 14 dari 17 kotapraja di Rakhine serta Kotapraja Paletwa di Negara Bagian Chin, menjadikannya kelompok bersenjata etnis paling kuat di Myanmar. Pasukan rezim militer terdesak hingga hanya bertahan di wilayah pesisir Sittwe dan Kyaukphyu.
Eskalasi serangan udara yang menyasar warga sipil diduga kuat didorong oleh motivasi balas dendam atas kekalahan beruntun militer di medan tempur darat. Sebagian penduduk memilih melarikan diri dari kota, sementara sisanya terpaksa bertahan karena tidak memiliki biaya untuk mengungsi. Situasi ini menimbulkan krisis kemanusiaan yang terus memburuk di kawasan Rakhine.
Bagikan
Berita terkait
Perang Saudara Tetangga RI Menggila, Militer Bom Pasar-50 Orang Tewas
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 21.50
Serangan Udara Myanmar Hantam Pasar, 50 Orang Tewas
kumparan · 29 September 2026 pukul 15.03
Myanmar Akui 309 Ribu Pengungsi Rohingya sebagai Mantan Penduduk Rakhine
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 16.03
Trump Kembali Gertak Iran, Ancam Gerakan Militer Lagi
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 23.23