Percepat Layanan Publik & Penyaluran Bansos, IKD Kunci Transformasi Digital
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Ditjen Dukcapil mempercepat penerapan Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai fondasi Digital Public Infrastructure (DPI) dan transformasi digital pemerintahan. Menteri Tito Karnavian menyatakan basis data kependudukan Dukcapil paling lengkap di Indonesia, mencakup identitas, status keluarga, pekerjaan, hingga biometrik sidik jari, iris, dan pengenalan wajah. Per 31 Juli 2026, aplikasi IKD telah memiliki 21.152.840 pengguna aktif. IKD menyediakan layanan online seperti cetak KK, surat pindah, cek golongan darah, penerbitan akta kelahiran/kematian, serta perubahan data pendidikan dan status nonpermanen. Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi menegaskan data valid dan terintegrasi adalah kunci percepatan pelayanan publik dan penyaluran bansos tepat sasaran. Bagi masyarakat, IKD menawarkan tiga fitur utama: berbagi QR Code data kependudukan, memindai QR Code penyedia layanan, dan Single Sign-On (SSO) untuk verifikasi aman. Kemendagri juga membangun sinergi dengan Dewan Energi Nasional (DEN) guna mengoptimalkan ekosistem data. Rencana pengembangan meliputi Remote Onboarding berbasis Liveness Detection, Digital Folder, berbagi data berbasis persetujuan, dan fitur aksesibilitas untuk penyandang disabilitas.
Bagikan
Berita terkait
Luhut Ungkap 50% Bansos Salah Sasaran, Sistem Digital Diluncurkan Oktober
Detik.com · 10 September 2026 pukul 14.46
Mendagri Sebut Data Dukcapil Jadi Fondasi Satu Data Indonesia & SPBE
Detik.com · 3 Agustus 2026 pukul 14.04
Penerima Bansos Bakal Pakai Scan Wajah, Punya Mobil-Tanah Langsung Ketahuan
Detik.com · 24 September 2026 pukul 12.50
Demi Bansos Tepat Sasaran, Pemerintah Berencana Bikin Rekening Bank Lewat Data Dukcapil
JPNN.com · 9 September 2026 pukul 00.01