Jakarta · Selasa, 8 September 2026Cari
WargaKonoha

Percik Api Revolusi di Cibinong

Seorang gerilyawan berusia 19 tahun ditembak di Cibinong pada 7 Juni 1946 saat berusaha melindungi diri dari serangan Belanda. Tubuhnya tertembus peluru di bahunya, tetapi selamat dibawa Palang Merah Internasional ke rumah sakit. Proyektil tidak menembus paru-parunya. Namanya tidak tercatat dalam sejarah, hanya disebutkan dalam surat kabar De Nieuwe Nederlander. Cibinong dan Citeureup menjadi medan pertempuran sengit antara pasukan Belanda dan pejuang Republik Indonesia selama masa Revolusi (1945-1949). Pada April 1946, sekitar 300 gerilyawan menyerang bivak militer Belanda di Cibinong, menyebabkan satu serdadu tewas dan tujuh terluka di pihak Belanda, sementara 70 orang tewas di pihak Republik menurut laporan mata-mata. Beberapa hari kemudian, Belanda melakukan operasi penangkapan massal dan berhasil menguasai wilayah tersebut, namun klaim ini tidak akurat karena perlawanan masih berlanjut hingga Mei 1946. Sejarah pertempuran ini tidak banyak diketahui oleh warga setempat saat ini, hanya tersisa nama Jalan Pahlawan di Citeureup dan sebuah monumen perjuangan yang minim informasi.

Berita terkait