Perdagangan Jasa Kian Tekor Meski Warga RI Makin Minim ke Luar Negeri
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Neraca perdagangan jasa Indonesia kuartal II-2026 defisit US$5,9 miliar, naik dari US$4,4 miliar pada kuartal I-2026. Defisit didorong penurunan surplus jasa perjalanan dan peningkatan defisit jasa bisnis. Jasa transportasi tekor US$2,5 miliar, terutama freight akibat impor meningkat. Jasa perjalanan tetap surplus US$606 juta, naik dari US$1,09 juta, didorong kunjungan wisman naik 4,0 juta orang. Namun, wisnas luar negeri menurun menjadi 2,0 juta orang meski pengeluaran naik akibat Ibadah Haji. Secara keseluruhan, mayoritas jenis jasa mengalami defisit kecuali manufaktur dan pemerintahan.
Bagikan
Berita terkait
Danantara Mau Impor KRL Jepang, Menhub Jelaskan Prosesnya
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 23.17
Danantara Siap Suntik Modal INKA untuk Produksi KRL
Liputan6.com · 2 Oktober 2026 pukul 22.56
Ini Kabar Terbaru Proyek Skytrain Gantung Rute Mekarsari-Cileungsi
CNBC Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 21.10
Transfer Pusat Berkurang Rp 600 M, Farhan Tunda Sejumlah Proyek Kota Bandung
kumparan · 2 Oktober 2026 pukul 20.55