Perempuan: Dari Penyokong ke Produsen Pengetahuan NU
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Artikel ini membahas peran perempuan dalam organisasi Nahdlatul Ulama (NU), khususnya dalam proses produksi dan transmisi pengetahuan. Meskipun tradisionalnya perempuan sering dianggap sebagai penyampai pengetahuan, artikel menegaskan bahwa mereka juga berperan sebagai produsen pengetahuan yang aktif. Dari pesantren hingga forum keilmuan seperti KUPI dan APMNU, perempuan terlibat dalam membaca ulang, merumuskan, dan bahkan mengoreksi pemikiran keagamaan. Namun, dalam proses pengambilan keputusan strategis seperti pemilihan ketua PBNU, perempuan masih kurang terwakili. Artikel menekankan bahwa perubahan mulai terjadi, ditandai dengan beralihnya pertanyaan perempuan dari 'apakah boleh hadir?' menjadi 'apakah sumbangan pemikiran kami dipertimbangkan?' Hal ini mencerminkan kesadaran akan hak intelektual dan kontribusi perempuan dalam menjaga relevansi tradisi pengetahuan NU di tengah dinamika zaman.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 26 Agustus 2026 pukul 20.48
Diduga Dilaporkan Polisi, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh Uji Kemampuan Mengaji di Muktamar NU
Liputan6.com · 26 Agustus 2026 pukul 20.07
Jelang Muktamar ke-35, Ini Daftar Ketum PBNU dari Masa ke Masa
CNN Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 09.01
Said Abdullah Sebut NU Sebagai Kekuatan Islam Indonesia
Berita terkait
Seruan Kiai Sepuh NU Jelang Muktamar ke-35: Jangan Ada Pengondisian-Intervensi
kumparan · 20 Agustus 2026 pukul 19.08
Perempuan Perlu Diberi Ruang untuk Ambil Peran Strategis di Berbagai Bidang, Termasuk Ekonomi
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 20.25
Nahdiyin Ingin Pemimpin PBNU Mendatang Independen dari Kekuasaan dan Responsif Gender
JPNN.com · 12 Agustus 2026 pukul 16.21
Kiai Sepuh Mengecam Penjual Restu Presiden di Muktamar NU
JPNN.com · 27 Agustus 2026 pukul 07.14