Peringati Hari Kesehatan Dunia, Masyarakat Didorong Aktif Jaga Keamanan Penggunaan Obat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Dalam rangka Hari Keselamatan Pasien Sedunia yang diperingati 17 September, NOVO Indonesia mendesak masyarakat untuk aktif menjaga keamanan penggunaan obat. Keselamatan pasien tidak hanya bergantung pada kualitas pelayanan kesehatan, tetapi juga pada keamanan obat yang digunakan, terutama bagi penderita penyakit tidak menular seperti diabetes dan obesitas. Masyarakat diharapkan memastikan obat diperoleh melalui jalur resmi, menggunakan sesuai anjuran tenaga kesehatan, dan melaporkan efek samping selama pengobatan. Associate Director Medical & Regulatory NOVO Indonesia, dr. Riyanny Meisha Tarlinan menekankan bahwa keselamatan pasien membutuhkan kolaborasi semua pihak. Komitmen NOVO mencakup penerapan standar kualitas sebelum produk dipasarkan, sistem keaslian produk, deteksi produk ilegal, hingga pemantauan pasca-pasaran melalui Pharmacovigilance. NOVO juga menerapkan sistem serialisasi dan mendukung deteksi produk ilegal di kanal daring, sekaligus melakukan edukasi penggunaan obat yang aman. Hari Keselamatan Pasien Sedunia ditetapkan World Health Assembly pada 2019 untuk meningkatkan kesadaran global tentang pentingnya keselamatan pasien dalam pelayanan kesehatan. Kepala BPOM RI Prof Taruna Ikrar menegaskan bahwa keselamatan pasien adalah kewajiban bersama yang tidak bisa ditawar.
Bagikan
Berita terkait
Waspadai Obat Ilegal, Novo Ajak Masyarakat Beli di Jalur Resmi
SINDOnews · 17 September 2026 pukul 19.28
IPMG Tegaskan Pentingnya Farmakovigilans bagi Pasien PTM
JPNN.com · 17 September 2026 pukul 17.27
Kemenkes: "Burnout" nakes berisiko ganggu keselamatan pasien
ANTARA News · 17 September 2026 pukul 16.39
Bamsoet Dorong Penguatan Medikolegal RS demi Lindungi Pasien dan Tenaga Medis
Detik.com · 14 September 2026 pukul 22.27