Perkuat Pengawasan RAPBN 2027, DPR Tekankan Belanja Negara Harus Ciptakan Perubahan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

DPR RI, melalui Komisi II, memperkuat pengawasan RAPBN 2027 dengan pendekatan transformation governance. Azis Subekti menekankan bahwa pengawasan tidak cukup fokus pada penyerapan dana atau penyelesaian proyek, tetapi harus menilai kemampuan belanja negara menciptakan perubahan struktural dan memperkuat kapasitas nasional. RAPBN 2027 mencantumkan agenda transformasi di sektor kesehatan, pendidikan, energi, hilirisasi, industrialisasi, ekonomi kerakyatan, serta penguatan investasi nasional. Pemerintah memproyeksikan pendapatan Rp 3.426 triliun dengan belanja Rp 4.097,2 triliun, pembiayaan Rp 671,2 triliun, dan defisit 2,40% dari PDB. Azis mengusulkan pengawasan berjenjang dari input, output, outcome, perubahan struktur, hingga terbentuknya kapasitas nasional, sebagai contoh renovasi 10.000 puskesmas yang harus dinilai bukan hanya dari target fisik tetapi dampaknya terhadap kapasitas kesehatan.
Bagikan
Berita terkait
Ini Daftar 10 K/L dengan Jatah Anggaran Terbesar di RAPBN 2027
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 10.35
Prabowo Patok Belanja Negara 2027 Rp4.097,2 T
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 15.51
Menteri BUMN Era Megawati Laksamana Sukardi Soroti Defisit RAPBN 2027 dan Risiko Ekonomi
JawaPos · 23 Agustus 2026 pukul 11.45
RAPBN 2027: Pemerintah Tingkatkan Kualitas Belanja dan Tekan Kemiskinan
JPNN.com · 20 Agustus 2026 pukul 17.10