RAPBN 2027: Pemerintah Tingkatkan Kualitas Belanja dan Tekan Kemiskinan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah menyatakan komitmen meningkatkan kualitas belanja negara dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Plt. Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan Ferry Ardiyanto menjelaskan bahwa APBN tidak hanya berperan sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan dan menurunkan kemiskinan secara berkelanjutan.
Dalam RAPBN 2027, pemerintah menganggarkan belanja sebesar Rp 4.097,2 triliun, meningkat 3,9 persen dibandingkan outlook APBN 2026 yang sebesar Rp 3.942,5 triliun. Anggaran ini akan digunakan untuk pelaksanaan delapan Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) yang mencakup kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur, perumahan, ketahanan bencana, penguatan ekonomi kerakyatan, pembangunan desa, dan penurunan kemiskinan.
Selain itu, belanja pemerintah juga ditujukan untuk meningkatkan kualitas layanan publik dan Sumber Daya Manusia (SDM), serta menjaga daya beli masyarakat agar kebijakan fiskal tetap prudent, sustainable, dan berkontribusi pada pembangunan yang inklusif.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 14.24
Terungkap Dasar Pemerintah Pasang Target Pertumbuhan Ekonomi 6% di 2027
Berita terkait
Di Depan DPR, Purbaya Pastikan RAPBN 2027 Dijaga Prudent dan Sustainable: Defisit 2,40%
SINDOnews · 27 Agustus 2026 pukul 18.35
Suahasil Lapor ke Prabowo: RAPBN 2027 Rampung, Belanja RP 4.100 T
kumparan · 30 September 2026 pukul 20.15
DPR Sahkan Belanja Negara RUU APBN 2027 sebesar Rp 4.106 Triliun
JawaPos · 29 September 2026 pukul 13.15
Belanja Pemerintah 2027 Tembus Rp4.106 Triliun, Cek Rincian Lengkapnya!
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 15.37