Aset Keuangan Syariah Tembus Rp 3.250 T per Juni 2026, Tapi Inklusi Baru 13%
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Aset keuangan syariah Indonesia mencapai Rp 3.250,22 triliun per Juni 2026, sekaligus dengan besarnya APBN, menurut Dicky Kartikoyono, Kepala Eksekutif PEPK OJK. Angka ini disampaikan dalam acara Expo Keuangan dan Seminar Syariah (EKSiS) 2026 di Jakarta. Namun, tingkat inklusi keuangan syariah masih rendah, hanya 13 persen, meskipun literasi keuangan syariah sudah mencapai 43 persen. Dicky menekankan bahwa pertumbuhan aset ini hanyalah satu indikator, sementara akses keuangan syariah masih terbatas bagi sebagian besar penduduk.
Untuk menguatkannya, OJK mengusulkan peningkatan porsi penyaluran APBN melalui perbankan syariah dan eksplorasi dana dari kawasan Timur Tengah. Dicky menyoroti bahwa banyak negara-negara Arab lebih memilih berinvestasi di London ketimbang Indonesia, sekalipun pasar modal syariah lokal memiliki potensi besar. Ia meyakini bahwa Indonesia, sebagai negara dengan mayoritas muslim, memiliki peluang nyata untuk menarik investasi global dan mengembangkan industri keuangan syariah secara signifikan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 20.45
Inklusi Keuangan Syariah Masih Rendah, Ternyata Ini Biang Keroknya!
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 17.34
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp 3.250 Triliun, yang Akses Cuma 13%
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 14.35
Banyak Warga Meninggal di Usia Muda, Klaim MSIG Life Tembus Rp545 M
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 11.50
Kinerja Menguat, Prodia Siapkan Buyback Saham
Berita terkait
Indeks Inklusi Keuangan Syariah Indonesia Hanya 13,24 %, Butuh Inovasi
JawaPos · 30 September 2026 pukul 20.15
Indeks Inklusi Keuangan Syariah Indonesia Hanya 13,24 %, Butuh Inovasi
JawaPos · 30 September 2026 pukul 16.15
OJK: Pembiayaan Bank Syariah Tumbuh 11,09% hingga Juni 2026
Liputan6.com · 4 Agustus 2026 pukul 21.32
5 Perusahaan Antre IPO, Target Raup Rp 2 Triliun
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 20.27