Persoalkan Data Penerima Bansos Jakarta, DPRD DKI: Ngaco Semua
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

DPRD DKI menyoroti ketidaksesuaian data penerima bansos saat transisi DTKS ke DTSEN. M. Subki menilai standar kesejahteraan harus berbeda untuk Jakarta karena biaya hidup tinggi, bukan dipukul rata. Astrid Kuya menyoroti validitas data BPJS, KJP, KJMU, PIP, dan KIP yang tidak konsisten. Pemprov DKI melakukan ground checking penerima bansos existing, namun tidak memiliki kewenangan menetapkan desil masyarakat yang ditentukan pemerintah pusat. Masih ada yang berada di desil lima tetapi belum menerima bantuan karena kuota terbatas.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 9 September 2026 pukul 10.46
Pemutakhiran Desil DTSEN, 4,3 Juta KPM Baru Kini Terima Bansos
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 08.01
Mensos Akui Ada Anggota DPR di Desil 4: Memang Benar, tapi...
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 06.22
Data Bansos Dirombak, Penerima PBI-JKN Desil 6–10 Anjlok dari 15 Juta Jadi 355 Ribu
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 04.37
4,33 Juta Keluarga yang Tadinya Tak Dapat Bansos Kini Kebagian, Data DTSEN Terus Dimutakhirkan
Berita terkait
Pastikan Bansos Tepat Sasaran, Pemprov DKI Cek Langsung Data Penerima di Lapangan
VOI · 9 September 2026 pukul 13.25
Gerakan Nasional Peduli Tetangga, Mensos Ajak Warga Jadi Agen Perlinsos
Detik.com · 8 September 2026 pukul 20.07
Terindikasi Judi Online, 20 Ribu Penerima Bansos di Kabupaten Bekasi Dicoret
Media Indonesia · 8 September 2026 pukul 13.08
Viral Namanya Masuk Desil 4-Terima Bansos, Anggota DPR NasDem Buka Suara
kumparan · 8 September 2026 pukul 10.49