Pertanian Regeneratif Jadi Upaya Selamatkan Kunang-Kunang di Desa Taro
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Program konservasi kunang-kunang di Desa Taro, Gianyar, Bali dilakukan melalui pertanian regeneratif berbasis komunitas. Program ini mengharuskan petani mengurangi penggunaan pestisida dan pupuk kimia, serta membangun habitat aman bagi kunang-kunang sebagai bioindikator lingkungan. Pendampingan dilakukan oleh Universitas Warmadewa melalui PBM sejak 24 Mei 2026 hingga 8 Agustus 2026. Proses dimulai dengan uji laboratorium tanah untuk menilai pH, bahan organik, NPK, residu pestisida, dan mikroba tanah. Hasil digunakan untuk Soil Health Index dan pembuatan pupuk organik serta pengendalian hama berbasis hayati. Kawasan dirancang dalam tiga zona: inti habitat, penyangga, dan pertanian regeneratif. Program diharapkan menjadi model konservasi berbasis masyarakat dan mendukung ekowisata Bali.
Bagikan
Berita terkait
Kunang-Kunang Hilang Satu per Satu, Ahli IPB Ungkap Tanda Petaka
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 18.40
Rayakan HUT RI ke-81: Jakarta Aquarium & Safari Kibarkan Bendera di Dalam Air
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 10.16
Jadi Kado Spesial di Bulan Kemerdekaan, Enak Elang Jawa yang Lahir di TSI Bogor Diberinama Garuda
JPNN.com · 16 Agustus 2026 pukul 08.00
Layanan SIM Keliling di Bali Minggu (16/8), Ini Jadwal dan Lokasinya!
JPNN.com · 16 Agustus 2026 pukul 06.23