Jakarta · Kamis, 1 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Perubahan Cara Belajar di Sekolah Polwan lewat Metode OBE dan LMS

Sekolah Polisi Wanita Lembaga Pendidikan dan Latihan (Sepolwan Lemdiklat) Polri mengubah sistem pembelajaran dengan menerapkan Outcome Based Education (OBE) dan Learning Management System (LMS). Transformasi ini dilakukan agar para siswa tidak hanya memahami materi, tetapi juga memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menekankan bahwa masyarakat dan tantangannya yang terus berubah menuntut agar cara belajar juga harus beradaptasi, sehingga polwan di masa depan mampu menggunakan teknologi, berpikir kritis, berkomunikasi dengan baik, dan memahami dinamika yang ada di tengah-tengah masyarakat.

Dengan pendekatan OBE, fokus pendidikan beralih dari sekadar menyampaikan materi menjadi memastikan kompetensi siswa benar-benam, sehingga pengetahuan yang dipelajari dapat langsung diterapkan saat bertugas di lapangan. Sementara itu, LMS mendukung digitalisasi pendidikan dengan memperluas ruang belajar, memungkinkan siswa mengakses materi, mengikuti pembelajaran, berdiskusi, dan mendapatkan evaluasi secara terintegrasi. Komjen Dedi juga mendorong siswa untuk menjadi pembelajar aktif yang memanfaatkan teknologi sebagai sumber pengetahuan untuk memperkuat kemampilan mereka.

Sepolwan juga menampilkan prestasi akademik dan olahraga yang mengesankan dari para siswanya. Salah satunya adalah Fransina Putri Iriani Blesya dari Polda Papua Barat Daya, yang pernah mendapatkan beasiswa penuh di Australia dan menguasai beberapa bahasa asing. Delapan siswa lainnya turut mengikuti ASEAN Games 2026 di Jepang, sementara satu siswa mengikuti Kejuaraan Dunia Panjat Tebing di China dan Chili. Komjen Dedi menyampaikan bahwa prestasi harus menjadi modal untuk terus belajar dan berkembang, karena tantangan Polri ke depan semakin kompleks.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait