Perubahan Dunia kian Terbuka, Ali Masykur Musa: NU Harus Jadi Kekuatan Soft Diplomacy
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ali Masykur Musa, Mudir 'Ali JATMAN, menyampaikan pada Silatnas Majelis IPNU pada 7 Agustus 2026 bahwa perubahan dunia yang semakin terbuka menuntut Nahdlatul Ulama (NU) untuk berperan di luar batas geografis Indonesia. Ia menekankan bahwa batas-batas antarnegara semakin cair akibat interaksi sosial, ekonomi, teknologi, informasi, dan persoalan kemanusiaan yang menghubungkan masyarakat global. NU harus menjadi bagian dari warga dunia dalam konsep 'state borderless'.
Dalam konteks ini, NU diharapkan menjadi kekuatan yang mendorong kehidupan dunia yang damai melalui 'equilibrium diplomacy'. Ali Masykur Musa membedakan antara hard diplomacy, yang menjadi domain negara melalui Kementerian Luar Negeri, TNI, dan Polri, dengan soft diplomacy yang menjadi wewenang khusus NU. Soft diplomacy memungkinkan NU memengaruhi melalui kekuatan sosial-keagamaan, nilai Islam Ahlus Sunnah wal Jamaah, jaringan ulama, pesantren, dan tradisi dialog serta perdamaian yang telah lama menjadi karakter organisasi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 11 Agustus 2026 pukul 12.32
Ali Masykur Musa Dorong NU Jadi Kekuatan Soft Diplomacy Dunia
Berita terkait
Semestinya NU Pilih Ketum Lewat AHWA, Pemilihan Langsung Berpotensi Timbulkan Friksi
JPNN.com · 16 Agustus 2026 pukul 19.19
Ketum PBNU Jangan Dipilih Langsung, AHWA Dinilai Lebih Sesuai Tradisi NU
kumparan · 16 Agustus 2026 pukul 17.15
Jelang Muktamar ke-35 NU, Ikhwan KHAS Nusantara Dukung KH Said Aqil sebagai Rais Aam
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 16.29
NU Sebut Program MBG Tak Hanya Pemenuhan Gizi Tapi Juga Tata Ekosistem Pertanian
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 12.34