Pesawat Angkatan Udara AS Putar Balik setelah Ada Ancaman Rudal Rusia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sebuah pesawat Angkatan Udara AS jenis C-17 Globemaster dengan call sign ICE28 terpaksa kembali ke Christchurch, Selandia Baru, setelah berangkat ke Antartika pada hari Selasa. Penerbangan ini dibatalkan karena NOTAM (Notice to Airmen) yang dikeluarkan Otoritas Penerbangan Sipil Selandia Baru (CAA) setelah menerima peringatan dari pihak Rusia mengenai rencana peluncuran rudal yang berpotensi berbahaya di wilayah udara internasional dalam FIR Selandia Baru. Pesawat lepas landas pukul 09.00 waktu setempat dan kembali kurang dari tiga jam kemudian. Juru bicara CAA mengonfirmasi kepada The Hill bahwa peringatan ini berasal dari perusahaan manajemen lalu lintas udara negara Rusia. Pada hari Rabu, CAA menyatakan bahwa pihak Rusia telah memberi tahu rencana peluncuran rudal serta potensi ancaman terkait terhadap wilayah udara internasional di wilayah FIR Selandia Baru.
Bagikan
Berita terkait
Rusia Respons Undangan AS pada Putin untuk Hadiri KTT G20 di Miami
SINDOnews · 24 September 2026 pukul 16.18
Rusia Kecam Jepang Terkait Penempatan Rudal AS di Pulau Kyushu
SINDOnews · 19 September 2026 pukul 13.31
Rusia Kritik AS: Luar Angkasa Harus Bebas dari Senjata Apapun!
Detik.com · 16 September 2026 pukul 17.00
Moskow dukung gagasan AS terkait gencatan energi Rusia-Ukraina
ANTARA News · 15 September 2026 pukul 23.26