Jakarta · Rabu, 16 September 2026Cari
WargaKonoha

Rusia Kritik AS: Luar Angkasa Harus Bebas dari Senjata Apapun!

Rusia menyampaikan kritik tegas ke Amerika Serikat (AS) setelah Angkatan Luar Angkasa AS mengonfirmasi telah mengerahkan senjata kendali antariksa di orbit untuk pertama kalinya dalam sejarah. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyatakan bahwa luar angkasa harus dikendusiani bebas dari senjata apapun dan menyerukan konsolidasi internasional untuk mewujudkan demiliterisasi total di luas angkasa. Pernyataan ini muncul setelah AS mengungkapkan pada Senin (14 September 2026) bahwa senjata tersebut mampu mempertahankan Pasukan Gabungan dari ancaman musuh, dengan menggunakan sarana kinetik dan non-kinetik untuk mengendalikan domain luar angkasa. AS juga menyebutkan bahwa kemampuan ini dapat digunakan untuk tujuan ofensif dan defensif.

Angkatan Luar Angkasa AS secara khusup menyebutkan China dan Rusia sebagai ancaman utama. AS menuduh Beijing mengembangkan dan mengoperasikan kemampuan luar angkasa sebagai bagian dari strategi modernisasi militernya. Sementara itu, Rusia digambarkan meyakini bahwa supremasi ruang angkasa akan menjadi faktor penentu dalam konflik masa depan.

China juga menyampaikan kecaman terhadap langkah AS. Kementerian Luar Negeri China meminta Washington untuk berhenti mempersiapkan perang di luar angkasa dan tidak memersenjatai luar angkasa. China juga menegaskan bahwa Traktat Luar Angkasa tahun 1967 melarang penempatan senjata nuklir di luar angkasa, namun tidak melarang seluruh aktivitas militer di luar angkasa.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait