Petani di Gunungkidul Jual Ayam hingga Hasil Panen Demi Beli Air
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kekeringan melanda sejumlah wilayah di Gunungkidul, DIY, dengan daerah terparah seperti Kemesu, Semugih, dan Rongkop. Warga terpaksa menghabiskan uang pribadi untuk membeli air bersih karena aliran air dari PDAM tidak mengalir setiap hari. Paini (65), warga Kemesu, mengungkapkan bahwa ia harus menjual tabungan, ternak seperti ayam, dan hasil bumi untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Ia bersyukur karena dekat rumahnya terdapat penampungan air hujan (PAH) yang memudahkan pengambilan bantuan air bersih.
Dukuh Kemesu, Sugiyanta, menjelaskan bahwa setiap musim kemarau warga harus membeli air tangki berkapasitas 5.000 liter seharga sekitar Rp 120 ribu. Sebagian besar warga adalah petani, sehingga hasil penjualan hasil bumi dan ternak seperti ayam atau kambing digunakan untuk membeli air. Satu tangki air tersebut hanya mampu bertahan dua pekan untuk keluarga empat hingga lima orang, dan tiga pekan untuk keluarga tiga orang. Bantuan air bersih dropping beberapa kali telah dikirim ke Kemesu.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 30 Juli 2026 pukul 19.46
Kekeringan di Gunungkidul, Polisi Pakai Water Cannon untuk Kirim Air Bersih
CNN Indonesia · 28 Juli 2026 pukul 14.26
Kekeringan Gunungkidul, Warga Rongkop Jual Ternak Buat Beli Air
JPNN.com · 31 Juli 2026 pukul 11.36
BPBD Punya 800 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul, Begini Cara Mengakses Bantuan
JPNN.com · 30 Juli 2026 pukul 09.00
9 Kecamatan Dilanda Kekeringan, BPBD Bekasi Distribusikan 2,78 Juta Liter Air Bersih
Berita terkait
Water Treatment Didatangkan ke Tepus Gunungkidul untuk Olah Air Warga
JPNN.com · 8 September 2026 pukul 14.00
Status Siaga Darurat Kekeringan di Gunungkidul Diperpanjang, Anggaran Bertambah
JPNN.com · 2 September 2026 pukul 22.33
Pemkab Banyuwangi Salurkan 764 Ribu Liter Air Bersih ke 18 Dusun Terdampak Kekeringan
Liputan6.com · 30 September 2026 pukul 21.12
Kekeringan Makin Meluas, Pemprov Jateng Gelontorkan 75,4 Juta Liter Air Bersih
JPNN.com · 30 September 2026 pukul 20.30