Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Petani di Gunungkidul Jual Ayam hingga Hasil Panen Demi Beli Air

Kekeringan melanda sejumlah wilayah di Gunungkidul, DIY, dengan daerah terparah seperti Kemesu, Semugih, dan Rongkop. Warga terpaksa menghabiskan uang pribadi untuk membeli air bersih karena aliran air dari PDAM tidak mengalir setiap hari. Paini (65), warga Kemesu, mengungkapkan bahwa ia harus menjual tabungan, ternak seperti ayam, dan hasil bumi untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Ia bersyukur karena dekat rumahnya terdapat penampungan air hujan (PAH) yang memudahkan pengambilan bantuan air bersih.

Dukuh Kemesu, Sugiyanta, menjelaskan bahwa setiap musim kemarau warga harus membeli air tangki berkapasitas 5.000 liter seharga sekitar Rp 120 ribu. Sebagian besar warga adalah petani, sehingga hasil penjualan hasil bumi dan ternak seperti ayam atau kambing digunakan untuk membeli air. Satu tangki air tersebut hanya mampu bertahan dua pekan untuk keluarga empat hingga lima orang, dan tiga pekan untuk keluarga tiga orang. Bantuan air bersih dropping beberapa kali telah dikirim ke Kemesu.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait