Status Siaga Darurat Kekeringan di Gunungkidul Diperpanjang, Anggaran Bertambah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul memperpanjang status siaga darurat bencana hidrometeorologi hingga akhir November 2026, sebelumnya berakhir 31 Agustus 2026. Perpanjangan ini dilakukan untuk mengoptimalkan penanganan krisis air bersih akibat musim kemarau panjang yang berkelanjutan. Kepala BPBD Gunungkidul Purwono menyatakan keputusan didasarkan pada prakiraan BMKG yang memprediksi puncak kemarau berlangsung hingga November. Status siaga ini juga memungkinkan akses anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) untuk penanganan darurat di lapangan.
Krisis air bersih telah meluas ke 16 kapanewon di Gunungkidul. BPBD telah mendistribusikan lebih dari 2,5 juta liter air bersih untuk kebutuhan warga, didukung oleh 12 pemerintah kapanewon yang menggunakan anggaran masing-masing. Penyaluran bantuan ini bertujuan untuk memastikan akses air bersih tetap tersedia meski kondisi kekeringan berlanjut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 2 September 2026 pukul 14.45
Indonesia Menantikan Hujan
Liputan6.com · 2 September 2026 pukul 12.14
Jakarta Kekeringan, Lapor ke Sini untuk Dapat Air Bersih
Detik.com · 2 September 2026 pukul 11.57
32 Ribu Warga di Pandeglang Terdampak Kekeringan, BPBD Kirim Air Bersih
kumparan · 2 September 2026 pukul 11.45
Pramono Imbau Warga Jakarta Bijak Gunakan Air di Musim Kemarau
Berita terkait
Kekeringan di Gunungkidul, Polisi Pakai Water Cannon untuk Kirim Air Bersih
JPNN.com · 30 Juli 2026 pukul 19.46
Petani di Gunungkidul Jual Ayam hingga Hasil Panen Demi Beli Air
Detik.com · 30 Juli 2026 pukul 11.54
Kekeringan Gunungkidul, Warga Rongkop Jual Ternak Buat Beli Air
CNN Indonesia · 28 Juli 2026 pukul 14.26
62 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan Untuk Kebutuhan Warga PPU
JPNN.com · 2 September 2026 pukul 13.23