Jakarta · Kamis, 10 September 2026Cari
WargaKonoha

Peternak Telur Ayam di Sumsel Terjepit, Harga Tertekan hingga Produksi Anjlok

Peternak ayam petelur di Sumatera Selatan mengalami krisis finansial akibat tekanan harga dan kenaikan biaya operasional. Kondisi ini diperburuk oleh musim kemarau serta dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengganggu produksi dan arus kas peternak, hingga beberapa di antaranya berencana menjual kandang.

Masalah utama dipicu oleh penjualan telur melalui aplikasi online dengan harga bundling sangat murah, berkisar Rp 2.500 hingga Rp 7.500 per kilogram. Harga tersebut jauh di bawah harga tingkat peternak yang mencapai Rp 25.740 per kilogram, sehingga menciptakan persepsi harga murah di masyarakat dan merugikan pengusaha lokal.

Berita terkait