Peternak Telur Ayam di Sumsel Terjepit, Harga Tertekan hingga Produksi Anjlok
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Peternak ayam petelur di Sumatera Selatan mengalami krisis finansial akibat tekanan harga dan kenaikan biaya operasional. Kondisi ini diperburuk oleh musim kemarau serta dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengganggu produksi dan arus kas peternak, hingga beberapa di antaranya berencana menjual kandang.
Masalah utama dipicu oleh penjualan telur melalui aplikasi online dengan harga bundling sangat murah, berkisar Rp 2.500 hingga Rp 7.500 per kilogram. Harga tersebut jauh di bawah harga tingkat peternak yang mencapai Rp 25.740 per kilogram, sehingga menciptakan persepsi harga murah di masyarakat dan merugikan pengusaha lokal.
Bagikan
Berita terkait
Harga Telur Ayam Naik, Ini Respons Mendag Budi
Liputan6.com · 2 September 2026 pukul 15.15
Muktamar NU Jadi Momentum Hebitren Perkuat Ekonomi Pesantren lewat Peternakan
JPNN.com · 28 Agustus 2026 pukul 17.10
Mendag Was-was Peternak Tak Bisa Bertahan Imbas Harga Telur Rp26 Ribu
CNN Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 18.29
Raih Bakti Koperasi Nayaka Mahambara, Gubernur Sumsel: Motivasi Bagi Kami
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 21.46