PLN dan Komunitas Rappo Makassar 'Sulap' 10,5 Ton Sampah Jadi Furnitur
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Komunitas Rappo Makassar, yang merupakan bagian dari Program Komunitas Berdaya Nusantara, berhasil mengolah sampah plastik menjadi furnitur, plakat, dan aksesori. Sejak 2020 hingga 2026, Rappo telah mengolah sebanyak 10,5 ton sampah plastik jenis HDPE dan PET, seperti botol minuman, tutup botol, dan wadah makanan. Proses daur ulang meliputi pengumpulan dari bank sampah dan masyarakat, sortir, pencacahan menjadi butiran kecil, hingga pembentukan papan produk. Dalam satu bulan, Rappo mengolah 50-100 kilo sampah plastik. Target penjualannya ditujukan untuk industri horeca dan properti.
Kerja sama ini didukung oleh PT PLN melalui PLN UID Sulselrabar sejak Desember 2024, dengan pemberian pembinaan dan pengadaan tiga mesin utama berupa mesin pencacah, mesin oven, dan mesin injeksi. Selain dampak lingkungan, program ini juga memberdayakan 20-25 tenaga kerja, mayoritas ibu rumah tangga dari kalangan berpenghasilan menengah ke bawah, dengan penghasilan hingga Rp 2 juta per bulan. PLN berharap ke depan kapasitas pengolahan dapat meningkat hingga dua kali lipat, dari 10,5 ton menjadi 20 ton, guna memperkuat ekonomi sirkular di Makassar.
Bagikan
Berita terkait
Botol Plastik Disulap Jadi Kain, PURANA Dorong Fashion Berkelanjutan
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 20.45
Teknologi Tepat Guna Dorong Kelurahan Gedog Jadi Sentra Ekonomi Sirkular dan Produk Inovatif
Media Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 21.21
Sampah Jadi Cuan, GO-SARI Gerakkan Ekonomi Sirkular Warga Bantul
CNN Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 09.45
Dari Sampah Jadi Penghasilan, GO-SARI Gerakkan Ekonomi Sirkular Warga Bantul
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 22.31