Botol Plastik Disulap Jadi Kain, PURANA Dorong Fashion Berkelanjutan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rumah mode Indonesia PURANA memperkenalkan konsep "Waste-to-Weave" melalui demonstrasi di Grand Indonesia, Jakarta, pada Jumat (14/8/2026). Inisiatif ini mengubah limbah botol plastik menjadi serat tekstil yang dapat digunakan sebagai bahan kain, mendemonstrasikan penerapan ekonomi sirkular dalam industri fashion. Proses pengolahan limbah plastik menjadi serat kain ditampilkan secara langsung untuk memperlihatkan bagaimana material yang tadinya dianggap sampah dapat kembali memiliki nilai baru.
Gerakan "Renjana Perca" ini menjadi bagian dari perjalanan 17 tahun PURANA dan bertepatan dengan momentum Bulan Kemerdekaan. Inisiatif tersebut mengangkat semangat "Kemerdekaan Berkarya" dengan melibatkan para seniman Indonesia dalam menciptakan karya yang menggabungkan kekayaan budaya dan keberlanjutan lingkungan Nusantara. Melalui pendekatan ini, PURANA bertujuan mendorong praktik fashion berkelanjutan yang mengurangi dampak lingkungan sambil memanfaatkan potensi kreatif lokal.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 20.37
IBCSD & RTL Dorong Kolaborasi untuk Akeselerasi Ekonomi Sirkular di Indonesia
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 20.20
UMB dan Bank Sampah Anggrek Ceria Terapkan Inovasi Sistem Real-Time dan Ubah Botol Plastik Menjadi Souvenir
JPNN.com · 15 Agustus 2026 pukul 09.09
Libatkan 12 Seniman, Purana 17: Renjana Perca Merayakan Kemerdekaan Berkarya
Berita terkait
PLN dan Komunitas Rappo Makassar 'Sulap' 10,5 Ton Sampah Jadi Furnitur
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 16.45
Rumah Hijau Nusantara Ciptakan Nilai Tambah dari Sampah Plastik
Liputan6.com · 30 Juli 2026 pukul 18.07
PGN Bangun Rantai Nilai Ekonomi Sirkular, 871 Kg Sampah Plastik Diolah Jadi Produk Bernilai Jual
JPNN.com · 30 Juli 2026 pukul 03.15
Menteri LH Soroti Ekowisata yang Digagas EIGER Nature
JPNN.com · 2 Oktober 2026 pukul 03.37