PLN sebut konsumsi energi data center sebesar 2.378 GWh
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT PLN (Persero) menyatakan bahwa 159 pelanggan pusat data (data center) yang dilayani PLN menghasilkan konsumsi energi sebesar 2.378 gigawatt hour (GWh). Direksi PLN, Darmawan Prasodjo, menekankan bahwa pertumbuhan data center semakin meningkatkan kebutuhan akan infrastruktur energi yang andal, kualitas tinggi, dan berkelanjutan, terutama dengan dukungan energi bersih. PLN berkomitmen untuk memperkuat infrastruktur ketenagalistrikan guna mendukung sektor digital yang berkembang pesat, termasuk kecerdasan buatan (AI) dan cloud computing.
Dari 159 pelanggan data center tersebut, total kapasitas tersambung mencapai 2.038 megavolt ampere (MVA), dengan 99% kapasitas tersebut terkonsentrasi di wilayah Jawa-Madura-Bali. Jawa Barat menjadi salah satu klaster data center terbesar. Namun, pengembangan data center kini mulai berkembang ke wilayah lain seperti Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi, yang meningkatkan kebutuhan pasokan listrik di berbagai daerah.
PLN menekankan pentingnya perencanaan infrastruktur ketenagalistrikan sejak dini melalui pendekatan early alignment. Executive Vice President PLN, Dini Sulistyawati, menyampaikan bahwa tantangan terbesar adalah menjaga keseimbangan antara akselerasi kapasitas pasokan, keandalan, keterjangkauan harga, dan stabilitas sistem jangka panjang. PLN berupaya memastikan pengembangan infrastruktur energi dapat berjalan paralel dengan pertumbuhan sektor digital.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 16.15
PLN Teken 5 Kolaborasi Strategis, Nilainya Tembus Rp3,3 Triliun
Berita terkait
Satu Pembangkit Listrik Nuklir Masuk Roadmap PLN, Operasi Perdana Diproyeksi 2037
Warta Ekonomi · 23 September 2026 pukul 16.00
PLN Perkuat Infrastruktur Hadapi Lonjakan Listrik Data Center di 2034
Detik.com · 23 September 2026 pukul 12.47
Bahlil Ajak Investor Bangun Data Center di RI: Pulau Kami Banyak
CNN Indonesia · 22 September 2026 pukul 21.00
Bahlil Tawarkan Lahan dan Energi RI untuk Data Center: 'Pulau Kami Masih Terlalu Banyak'
Warta Ekonomi · 22 September 2026 pukul 19.11