Jakarta · Senin, 5 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

PMI Manufaktur September Melonjak ke 52,4, Sektor Industri Kembali Ekspansif

PMI Manufaktur Indonesia pada September 2026 mencapai 52,4, menandakan sektor manufaktur kembali berada di zona ekspansi. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan perekonomian nasional menunjukkan tren positif pada Triwulan IV-2026, didukung inflasi yang terkendali dan perdagangan luar negeri yang kokoh. Pemerintah menekankan kebijakannya akan tetap fokus pada pemeliharaan daya beli, pendorong investasi dan produksi, serta meningkatkan daya saing industri nasional. Inflasi tahunan September 2026 berada di 3,28 persen (yoy), masih dalam target pemerintah yakni 2,5\u00b11 persen. Inflasi inti mencapai 2,84 persen, sementara inflasi harga yang diatur pemerintah (AP) turun ke 3,25 persen. Penurunan ini seiring normalisasi mobilitas masyarakat pasca-libur sekolah dan dampak penyesuaian tarif BBM nonsubsidi yang minim. Untuk menjaga stabilitas daya beli dan ketahanan pangan, pemerintah meluncurkan intervensi melalui akselerasi penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap III, distribusi bantuan pangan berupa beras 10 kg/bulan untuk Oktober-Desember 2026, dan percepatan program Sistem Handel Pangan (SHP) beras medium melalui Perum Bulog. Program ini didukung Gerakan Pangan Murah, optimalisasi Cadangan Beras Pemerintah, dan Kerja Sama Antar Daerah. Di sisi lain, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus kumulatif USD7,25 miliar dari Januari hingga Agustus 2026. Ekspor didorong oleh komoditas besi dan baja (USD19,18 miliar, +4,88 persen), CPO dan turunannya (USD17,75 miliar, +6,57 persen), serta batu bara (USD16,58 miliar, +4,31 persen).

Berita terkait