Polda Kalsel Mulai Gunakan Cairan Tepung Padamkan Karhutla
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) mulai menggunakan cairan tepung berbasis pati singkong untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah lahan gambut, khususnya di sekitar Bandara Syamsuddin Noor di Banjarbaru. Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menyatakan inovasi ini dilakukan atas dukungan dan arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Cairan ini merupakan bantuan langsung dari Mabes Polri dan menggabungkan pati singkong, amonium polifosfat, air, dan zat pembasah. Air berfungsi menyerap panas dan menurunkan temperatur, sementara pati singkong meningkatkan adhesi agar cairan bertahan lebih lama dan menyebar merata di permukaan tanah.
Selain itu, Polda Kalsel juga bekerja sama dengan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) untuk menerapkan metode suntik gambut, yaitu penyuntikan air dicampur busa ke dalam tanah hingga kedalaman dua meter. Hasil uji coba menunjukkan penurunan suhu tanah secara signifikan, dengan area radius satu meter dari titik suntik menjadi dingin dan memblokir sumber api bawah tanah.
Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Kalsel kini mendukung pengembangan dan penggandaan formula cairan pembasah ini. Rosyanto menargetkan agar cairan tersebut dapat diproduksi dan digunakan lebih luas mulai saat ini, khususnya untuk pembasahan lahan gambut di tiga wilayah prioritas: Guntung Damar, hutan lindung Liang Anggang, dan Pengayuan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 28 Agustus 2026 pukul 09.15
Polda Kalsel Gunakan Cairan Tepung Ubi untuk Padamkan Karhutla Gambut
Berita terkait
Siaga Karhutla, Polda Kalsel Siapkan 3 Rantis Water Cannon
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 15.12
Helikopter Angkut Air dari Kolam Ikan untuk Karhutla Kalsel, Ikan-ikannya Mati
kumparan · 28 Agustus 2026 pukul 16.27
Penanganan Karhutla di Bengkalis Diperkuat Tim Medis Demi Menjaga Kondisi Tim yang Bekerja
JPNN.com · 28 Agustus 2026 pukul 15.52
Polda Riau Tetapkan 40 Tersangka Karhutla, Motif Buka Lahan Sawit
CNN Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 15.49