Polda Riau Bongkar Makam Pelajar yang Tewas di Pekanbaru, Ini Alasannya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ditreskrimum Polda Riau melakukan ekshumasi makam pelajar bernama Fahri di Pekanbaru atas laporan keluarga yang meminta kepastian penyebab kematian melalui pemeriksaan forensik. Keluarga menduga kematian berkaitan dengan perkelahian yang dialami korban beberapa hari sebelumnya. AKBP Abdullah Hariri, Kepala Subdit IV Ditreskrimum, menyatakan hasil autopsi nanti akan menjadi dasar penentuan penyebab pasti kematian.
Kronologi medis menunjukkan Fahri mulai mengeluhkan nyeri sekujur tubuh pada 12 Juli 2026, disertai air seni berwarna hitam. Korban dibawa ke Rumah Sakit Aulia dan hasil CT scan mengindikasikan dugaan memar pada kepala serta cedera di leher. Kondisi Fahri terus memburuk meski mendapat perawatan hingga meninggal dunia pada 14 Juli 2026 pukul 18.30 WIB. Sebelum meninggal, korban sempat bercerita kepada keluarga bahwa dia terlibat perkelahian dengan seorang teman berinisial B, yang kemudian mendorong keluarga membuat laporan polisi.
Penyidikan saat ini masih berlanjut menunggu hasil pemeriksaan forensik dari jenazah yang diekshumasi untuk mengungkap kebenaran di balik kematian pelajar tersebut.
Bagikan
Berita terkait
Fakta-Fakta Terbaru Ekshumasi Jenazah Sutrimo oleh Polda Metro Jaya
CNN Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 10.04
Hasil Ekshumasi Jasad Sutrimo, Tak Ada Luka Kekerasan
SINDOnews · 13 Agustus 2026 pukul 09.50
Tim Forensik Swab Jasad Sutrimo Saat Ekshumasi, Cari Penyebab Kematian
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 18.41
Ekshumasi Sutrimo, Tim Dokter Tak Temukan Luka Benda Tajam-Tumpul
CNN Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 17.31