Terungkapnya Penyebab Kematian Sutrimo
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Tim forensik menyimpulkan Sutrimo (42 tahun) meninggal karena penyakit jantung iskemik. Dari hasil ekshumasi 19 hari setelah ditemukan jiwa dan autopsi tidak ditemukan tanda kekerasan atau benda tajam/tumpul. Pemeriksaan toksikologi tidak menemukan pestisida, alkohol, arsen, maupun sianida, namun ditemukan kafein dalam organ tubuh. Temuan patologis mencakup Frank's sign, lemak abdomen tebal, serta dinding arteri koroner menebal dengan penebalan lumen sekitar 75%. Edema paru akut menyebabkan busa putih dari mulut dan hidung. CCTV merekam pergerakan Sutrimo sejak 21.20 WIB Rabu hingga 08.53 KI Jumat, namun ada rentang 3 jam tak tercakup di area Klinik Mordent. Polisi belum menemukan bukti tindak pidana, hasil ekshumusi menjadi salah satu bukti utama dalam penyidikan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 1 Oktober 2026 pukul 04.00
Polisi Menyimpulkan Penyebab Kematian Sutrimo Anak Buah Febrie Adriansyah
CNN Indonesia · 30 September 2026 pukul 20.02
Polisi Beber Gerak-gerik Sutrimo Sebelum Meninggal dari Rekaman CCTV
JawaPos · 30 September 2026 pukul 17.45
Busa di Mulut Jenazah Sutrimo Bukan Racun, Tim Ekshumasi Sebut Cairan dari Paru-Paru
SINDOnews · 30 September 2026 pukul 16.55
Hasil Ekshumasi Jenazah Sutrimo Diumumkan: Tak Ada Tanda Kekerasan Benda Tajam atau Tumpul
Berita terkait
Hasil Ekshumasi Sutrimo: Meninggal karena Penyakit Jantung Iskemik
kumparan · 30 September 2026 pukul 18.08
Polisi Kerahkan Sederet Ahli Autopsi Ulang Jasad Sutrimo
Liputan6.com · 12 Agustus 2026 pukul 13.05
Polda Metro: Hasil Ekshumasi Sutrimo Sudah Keluar dan Segera Diumumkan
CNN Indonesia · 16 September 2026 pukul 14.19
Polda Metro Jaya Segera Umumkan Hasil Ekshumasi Sutrimo
SINDOnews · 12 September 2026 pukul 23.14