Hasil Ekshumasi Sutrimo: Meninggal karena Penyakit Jantung Iskemik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Tim forensik menyimpulkan Sutrimo (42 tahun) meninggal karena penyakit jantung iskemik. Dari hasil ekshumasi dan autopsi tidak ditemukan tanda kekerasan atau luka pada tubuhnya. Pemeriksaan toksikologi tidak menemukan pestisida, alkohol, arsen, maupun sianida, namun ditemukan kandungan kafein pada organ dan jaringan tubuh. Temuan patologis mencakup Frank's sign, lemak abdomen tebal, serta dinding arteri koroner menebal dengan penebalan lumen sekitar 75%. Kafein disebut memperberat penyakit kardiovaskular. Busa putih di mulut dan hidung disebabkan edema paru akut. Polisi telah memeriksa 30 saksi, analisis CCTV, dan sampel makam, belum menemukan bukti tindak pidana.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 30 September 2026 pukul 16.55
Hasil Ekshumasi Jenazah Sutrimo Diumumkan: Tak Ada Tanda Kekerasan Benda Tajam atau Tumpul
CNN Indonesia · 30 September 2026 pukul 16.39
Hasil Ekshumasi Sutrimo: Meninggal Karena Penyakit Jantung Iskemik
Liputan6.com · 29 September 2026 pukul 11.53
Hasil Ekshumasi Jenazah Sutrimo Bakal Diumumkan Besok
Detik.com · 29 September 2026 pukul 10.21
Polda Metro Umumkan Hasil Ekshumasi Sutrimo Besok
Berita terkait
Polda Metro: Hasil Ekshumasi Sutrimo Sudah Keluar dan Segera Diumumkan
CNN Indonesia · 16 September 2026 pukul 14.19
Polda Metro Jaya Segera Umumkan Hasil Ekshumasi Sutrimo
SINDOnews · 12 September 2026 pukul 23.14
Polisi Dalami Dugaan Racun Penyebab Kematian Sutrimo
Liputan6.com · 12 Agustus 2026 pukul 20.44
Tim Forensik Swab Jasad Sutrimo Saat Ekshumasi, Cari Penyebab Kematian
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 18.41