Polisi Beberkan Kronologi Meninggalnya Pedagang Cermin Saat Kericuhan di Pejompongan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Seorang pedagang cermin bernama Bambang Setiyawan, 59, meninggal dunia saat kericuhan di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Kamis (27/8) malam. Menurut Kombes Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, proses evakuasi korban tidak dilakukan segera karena kondisi kerusuhan yang masih berlangsung. Setelah lokasi aman, tim Biddokkes mengevakuasi Bambang dalam keadaan pingsan dan langsung mengirimkannya ke Rumah Sakit Mintohardjo. Namun, korban dinyatakan meninggal saat mendapatkan perawatan medis. Jenazah kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk identifikasi dan visum et repertum. Pihak keluarga menolak dilakukan otopsi untuk menentukan penyebab kematian. Sebelum kejadian, Bambang masih berjualan hingga pukul 16.30 WIB. Istri korban, Sudarsi, meminta suaminya menutup usaha lebih awal karena melihat banyaknya massa yang berkumpul di sekitar lokasi. Setelah menutup, Bambang keluar rumah di tengah situasi tidak kondusif dan akhirnya ditemukan di RS Polri Kramat Jati.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 28 Agustus 2026 pukul 21.52
Satu Orang Tewas Dalam Kerusuhan di Pejompongan, Polisi Belum Tahu Penyebabnya Apa
VOI · 28 Agustus 2026 pukul 22.07
322 Orang Ditangkap Polda Metro Jaya Terkait Demo di Depan Gedung DPR RI
VOI · 28 Agustus 2026 pukul 22.04
Ormas Pengurai Massa Aksi Gedung DPR RI Dalam Penyelidikan Polisi
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 20.46
Polisi Ungkap Kendala Tangani Kerusuhan Usai Aksi 27 Agustus di Jakarta
Berita terkait
Polisi Bakal Bongkar HP Sutrimo untuk Ungkap Penyebab Kematiannya
SINDOnews · 31 Juli 2026 pukul 20.00
Polisi Periksa Sopir Ambulans hingga Saksi Terakhir yang Lihat Sutrimo
CNN Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 16.57
Polda Metro Jaya Amankan 322 Orang Terkait Kerusuhan di DPR/MPR
Media Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 19.28
1 Warga Meninggal di Pejompongan Semalam, Polisi Bantu Evakuasi
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 19.27