Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Polisi Gerebek Kantor Pusat Starbucks, Ada Apa?

Kepolisian Korea Selatan melakukan penggeledahan di kantor pusat Starbucks Korea pada 5 Agustus 2026 sebagai tindak lanjut dugaan penghinaan terhadap pemberontakan Gwangju 1980. Penggledahan ini terkait kampanye promosi bertema 'Tank Day' yang diadakan Starbucks bertepatan dengan peringatan Pemberontakan Gwangju. Kampanye tersebut dinilai menghina para korban kekerasan militer yang menewaskan minimal 165 orang pada 1980. Kritikus menilai penggunaan kata 'tank' sensitif dan mengingatkan masyarakat pada kekerasan militer dalam menumpas demonstran prodemokrasi. Reaksi publik yang kemarahan ini mendorong polisi membuka penyelidikan sejak Mei 2026 atas dugaan pencemaran nama baik. Penyelidikan ini merupakan tindak lanjut pengaduan dari kelompok sipil terhadap Ketua Shinsegae Group, Chung Yong-jin. E-Mart, afiliasi utama Shinsegae Group, saat ini mengendalikan mayoritas saham Starbucks Korea. Para penyelidik sedang memastikan apakah pejabat perusahaan merencanakan promosi tersebut dengan niat menghina gerakan pro-demokrasi. Akibatnya, kepala Starbucks Korea dilaporkan dipecat dan Chung Yong-jin menyampaikan permintaan maaf terbuka terkait kampanye kontroversial ini.

Berita terkait