Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Starbucks Mau Bangkrut? Perusahaan Rugi Besar Rp220 M

Operator Starbucks Korea, SCK Company, membukukan kerugian operasional sebesar 18,4 miliar won (sekitar Rp220 miliar) pada kuartal II-2026. Sebelumnya, periode yang sama tahun lalu perusahaan masih mencatat laba 40,3 miliar won. Kerugian ini memburuk dibanding kuartal I-2026 yang masih untung 29,3 miliar won.

Penurunan kinerja dipicu kontroversi kampanye tumbler "Starbucks Tank Day" pada Mei 2026 yang dianggap menyinggung pemberontakan pro-demokrasi Gwangju 1980. Publik mengecam kampanye tersebut, dan Starbucks Korea menghentikannya sekaligus meminta maaf. Kepala Starbucks Korea juga diberhentikan oleh induk usaha Shinsegae Group.

Penjualan Starbucks Korea turun "sangat signifikan" pasca kontroversi. Perusahaan menggelar pelatihan kesadaran sejarah bagi karyawan. Namun, E-Mart selaku induk SCK Company tidak menyebut langsung kontroversi atau boikot sebagai penyebab, hanya menyatakan bahwa promosi musim panas tidak dijalankan seperti biasa pada Juni. Starbucks Korea kini menghadapi tantangan persaingan ketat industri kopi dan perubahan perilaku konsumen di Korea Selatan.

Berita terkait