Polisi Jelaskan Tes DNA Kru Arupadhatu Keluar 10 Hari Usai Jasad Ditemukan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Polda Banten menjelaskan bahwa jenazah ABK Kapal Arupadhatu bernama Surakman (50 tahun), yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, pada 12 September 2026, baru teridentifikasi secara pasti setelah 10 hari melalui tes DNA. Jenazah ditemukan pada hari kelima operasi pencarian rombongan jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau pada 7 September 2026. Proses identifikasi melibatkan koordinasi antara Polda Bengkulu dan Polda Banten, termasuk pemeriksaan data antemortem dan postmortem dari delapan keluarga korban oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI). Kapolda Banten Irjen Hengki menyatakan bahwa tes DNA membutuhkan waktu minimal satu minggu hingga dua minggu untuk hasil yang akurat. Hasil akhirnya diterima pada Selasa (22/9/2026), lalu jenazah berhasil diidentifikasi melalui kecocokan DNA dengan anak kandungnya, Tuan Yayat. Sebelumnya, jenazah ditemukan dengan ciri-ciri mengenakan celana pendek hitam, tinggi badan 163 cm, dan berusia sekitar 50 tahun.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 23 September 2026 pukul 15.16
Jasad ABK Rombongan Jurnalis Ditemukan 340 Km dari Titik Hilang Kontak
kumparan · 23 September 2026 pukul 14.04
Jasad Surakman, Kru Kapal 5 Wartawan Hilang, Sempat Dikubur Warga Enggano
Berita terkait
Polda Banten: Jasad 1 Kru Kapal Arupadatu Cocok dengan DNA Anak
Detik.com · 23 September 2026 pukul 14.48
Jenazah Kru Kapal Angkut 5 Jurnalis Hilang Sempat Dimakamkan di Bengkulu
Detik.com · 23 September 2026 pukul 17.17
Jenazah di Pulau Enggano Tak Cocok dengan Data 8 Orang Hilang di Anak Krakatau
Detik.com · 15 September 2026 pukul 23.47
Polisi Sebut Mayat di Pulau Enggano Tak Sesuai dengan Ciri 5 Wartawan Hilang
kumparan · 15 September 2026 pukul 14.43