Jakarta · Kamis, 3 September 2026Cari
WargaKonoha

Polri Dinilai Menjadi Ujung Tombak Demokrasi dalam Aksi 27 Agustus

Pengamat kebijakan publik Faisal Lohy memberi apresiasi kepada Polri atas kinerja dalam pengamanan aksi demonstrasi 27 Agustus, menilai keberhasilan aksi yang berjalan aman dan damai sebagai bentuk kontribusi Polri dalam menjaga demokrasi. Dalam diskusi Koalisi Masyarakat Sipil bertajuk 'Polri Ujung Tombak Demokrasi: Aksi 27 Agustus Jalan Aman dan Damai' di Jakarta Selatan, Faisal menyampaikan bahwa Polri berperan penuh sebagai ujung tombak dalam proses penyampaian aspirasi masyarakat.

Meski memberikan apresiasi, Faisal juga menekankan adanya area yang perlu dievaluasi, khususnya terkait kemampuan deteksi dini terhadap kelompok yang berpotensi memicu kerusuhan. Ia mengamati bahwa akhir dari setiap penyampaian aspirasi publik sering kali diikuti dengan kericuhan dan rusuh, menandakan bahwa pendeteksian dini Polri terhadap kelompok perusuh masih perlu perbaikan.

Faisal juga menyoroti peran media sosial yang dapat memperparah situasi selama aksi demonstrasi. Informasi yang tersebar secara cepat dan masif di platform digital dinilai berpotensi meningkatkan eskalasi massa, sehingga membutuhkan pendekatan preventif dan preemtif yang lebih kuat dari aparat keamanan untuk menjaga ketertiban dan keamanan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait