Polri Ungkap Kendala Pulangkan Pendakwah SAM dari Mesir
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9327677/original/016799800_1787119635-79480.jpg)
Bareskrim Polri mengungkapkan kendala dalam proses pemulangan Syekh Al Misry (SAM) dari Mesir. SAM, yang merupakan tersangka kasus dugaan pencabulan terhadap santri, saat ini berada di Mesir. Menurut Kasubdit II Dittipid PPA-PPO Bareskrim Polri, Kombes Pol. Faisal Febrianto, salah satu hambatan utama adalah kewarganegaraan ganda SAM sebagai warga negara Indonesia dan Mesir. Aturan di Mesir memungkinkan seseorang memiliki kewarganegaraan ganda, berbeda dengan prinsip Indonesia yang mengharuskan melepaskan kewarganegaraan sebelumnya saat mengajukan diri sebagai WNI. Selain itu, Indonesia tidak memiliki perjanjian ekstradisi dengan Mesir, sehingga Polri tidak dapat menggunakan jalur ekstradisi untuk memulangkan SAM.
Bagikan
Berita terkait
Red Notice Terbit, Syekh Ahmad Al Misry Jadi Buronan Internasional
CNN Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 17.40
Kapolri Turun Langsung Tangani Gempa NTT, Dinilai Perkuat Kepercayaan Publik
JawaPos · 19 Agustus 2026 pukul 13.45
Polri Bongkar TPPO Modus Pengantin Pesanan WNA China, 2 Pelaku Ditangkap
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 13.43
Polri Minta Praperadilan Febrie Ditolak, Sudah Kantongi Lebih dari 2 Alat Bukti
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 13.20