Jakarta · Rabu, 30 September 2026Cari
WargaKonoha

Potensi Besar! 2 Daerah Ini Jadi Basis Perubahan Batu Bara Jadi Bensin

Pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto mendorong pengembangan hilirisasi batu bara untuk menghasilkan metanol yang dapat digunakan sebagai campuran bahan bakar minyak (BBM). Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyatakan bahwa pemerintah telah mendorong investasi pengolahan batu bara menjadi metanol di sejumlah wilayah dengan potensi sumber daya batu bara besar, termasuk Kalimantan Timur dan Sumatra Selatan. Proses ini menggunakan batu bara kalori rendah dengan kerjasama teknologi. Tahap awal pengembangan saat ini masih berupa pengolahan batu bara menjadi metanol, bukan langsung menjadi bensin.

Menurut Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Sudirman Widhy, teknologi pengolahan batu bara menjadi bensin memang sudah tersedia, seperti yang diterapkan oleh perusahaan Sasol di Afrika Selatan melalui teknologi Coal to Liquid (CTL). Prosesnya dimulai dari pengubahan batu bara menjadi synthetic gas (syngas) melalui reaksi dengan oksigen dan uap air, kemudian diproses menjadi methanol dan akhirnya dapat diolah menjadi produk seperti DME atau gasoline.

Namun, menurut Sudirman, tantangan utama bukan pada kesiapan teknologi, melainkan pada biaya investasi dan biaya produksi yang tinggi. Hal ini menjadi pertimbangan bagi perusahaan swasta untuk masuk ke proyek tersebut. Contohnya, proyek pengolahan batu bara menjadi DME yang sebelumnya melibatkan Air Products dari Amerika Serikat kemudian dibatalkan karena pertimbangan keekonomian.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait