PPP Evaluasi Kegagalan Pemilu 2024: Bentuk Tim IT Kawal Verifikasi Suara
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menggelar Rapat Koordinasi Nasional bidang hukum di Jakarta pada Kamis (20/8) untuk mengevaluasi kegagalan elektoral pada Pemilu 2024 dan menyiapkan sistem IT untuk Pemilu 2029. PPP gagal masuk ke DPR setelah Pemilu 2024, sehingga partai menilai perlu perbaikan sistem pengamanan dan verifikasi suara. Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono menyatakan bahwa sistem IT baru akan membangun database terintegrasi mulai dari struktur organisasi hingga tingkat TPS, termasuk data saksi dan lokasi pemungutan suara. Sistem ini dirancang agamana data dapat diakses berdasarkan nama dan alamat, sekaligus mencatat saksi yang bertugas di setiap lokasi. Pada Pemilu 2024, data saksi masih dikelola secara manual dari pusat, yang menyebabkan kesulitan dalam pelacakan dan verifikasi. Dengan sistem baru, PPP menargetkan setiap suara yang diperoleh pada 2029 dilengkapi dengan dokumen, saksi, dan jejak digital yang dapat diverifikasi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 12.40
Advokat PPP se-Indonesia Deklarasikan Komitmen Kawal Perjuangan Partai hingga Pemilu 2029
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 22.35
Hamdan Zoelva Nilai PPP Harus Tetap Eksis, Minta Perkuat Konsolidasi
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 19.55
Gagal ke Parlemen di 2024, PPP Susun 3 Strategi Hadapi Pemilu 2029
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 19.55
PPP Susun Strategi Hadapi Pemilu 2029
Berita terkait
Setelah Jokowi Resmi Jadi Kader PSI, Muncul Prediksi Mengejutkan soal Masa Depan Partai Itu
Warta Ekonomi · 30 September 2026 pukul 19.10
Pengamat Sebut PPP Punya Modal Rebound Menuju Pemilu 2029
SINDOnews · 26 September 2026 pukul 13.06
PPP Disebut Masih Punya “Strong Voters” sebagai Modal Menuju 2029
JPNN.com · 26 September 2026 pukul 09.49
Boni Hargens: Isu Pemakzulan Wapres Bagian dari Skenario Pilpres 2029
JPNN.com · 25 September 2026 pukul 17.18