Gagal ke Parlemen di 2024, PPP Susun 3 Strategi Hadapi Pemilu 2029
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengungkapkan tiga strategi untuk kembali masuk Parlemen pada Pemilu 2029, setelah gagal lolos pada Pemilu 2024. Ketua Umum PPP, Muhamad Mardiono, menyampaikan hal ini saat membuka Rakornas Bidang Hukum PPP di Jakarta pada 20 Agustus 2026. Strategi pertama adalah memperkuat struktur organisasi dari pusat hingga tingkat ranting, dengan pelaksanaan Musyawarah Wilayah di 38 provinsi dan Musyawarah Cabang di 95% dari 514 kabupaten/kota, serta 20% pelaksanaan Musyawarah Kecamatan (Musancab). Strategi kedua melibatkan penguatan sistem informasi dan teknologi, termasuk pembuatan database anggota partai secara rinci dari nama hingga alamat, yang akan diselesaikan sebelum Mukernas partai. Strategi ketiga adalah memperkuat advokasi hukum dan pengamanan bukti mulai dari proses verifikasi hingga penghitungan suara di TPS, sebagai respons terhadap kegagalan PPP pada Pemilu 2024 yang Mardiono sebutkan terkait pentingnya pengamanan data dan dokumentasi hasil suara saksi.
Bagikan
Berita terkait
Tetapkan Capres Sebelum Akhir Tahun, Partai Gerakan Rakyat Siap Usung Anies Baswedan
JawaPos · 20 Agustus 2026 pukul 18.46
Gerakan Rakyat Serahkan 14.405 Dokumen ke Kemenkum, Verifikasi Jadi Parpol
kumparan · 20 Agustus 2026 pukul 16.44
Ketua Umum Partai ini Nasehati Prabowo: 'Buang 'Ranjau Politik' yang Mempermalukanmu di Setiap Pidato'
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 13.32
Demi Kartu Selamat, Jokowi Bakal Lakukan Apa Pun untuk Menangkan PSI
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 13.12