Jakarta · Minggu, 20 September 2026Cari
WargaKonoha

Prabowo Blak-blakan Soal Hukuman Mati di RI, Sebut Dadan-Kasus Asabri

Presiden Prabowo Subianto menyatakan kekhawatirannya terhadap penerapan hukuman mati bagi pelaku korupsi, karena putusan tersebut tidak dapat dikoreksi jika terbukti ada kesalahan hukum. Dalam dialog dengan wartawan dan pakar di Bogor, Prabowo menekankan bahwa hukuman mati justru berisiko menghukum orang yang tidak bersalah akibat bukti yang kurang kuat. Ia menyoroti kasus di Amerika Serikat yang pernah salah menghukum hukuman mati sebelum akhirnya dibuktikan tidak bersalah melalui uji DNA.

Sebagai alternatif, Prabowo menyatakan bahwa pemberantasan korupsi harus fokus pada pemulihan negara melalui tindakan nyata, pengawasan yang kuat, dan pengembalian kerugian negara. Namun, untuk kasus korupsi dana bencana alam seperti Asabri, ia menegaskan bahwa pelaku harus dihukam dengan sangat berat karena termasuk kejahatan luar biasa.

Prabowo juga menegaskan komitmennya tidak memberikan perlakuan istimewa dalam pemberantasan korupsi, bahkan terhadap orang dekatnya. Ia mencontohkan dengan menyerahkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana ke Kejaksaan terkait kasus korupsi program Makan Bergizi Gratis. Ia juga mengungkapkan kebijakannya saat menjadi Menteri Pertahanan yang tidak membiarkan keluarga dan orang dekatnya mencari keuntungan di lingkungan kementeriannya.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait