Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Prabowo: Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Beroperasi 1 Januari 2027

Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana pendirian Bursa Mineral dan Komoditas Strategis yang akan beroperasi mulai 1 Januari 2027. Pengumuman ini disampaikan dalam pidatonya pada Rapat Paripurna DPR RI terkait RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan. Bursa ini akan dikelola di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai bagian dari kebijakan ekspor satu pintu baru. Dengan bursa ini, Indonesia berupaya mengendalikan harga komoditas strategis seperti nikel, timah, emas, batu bara, dan komoditas pertanian secara mandiri, alih-alih bergantung pada harga yang ditentukan di bursa luar negeri.

Presiden Prabowo menyoroti bahwa selama puluhan tahun, Indonesia menjadi salah satu produsen terbesar komoditas global seperti kelapa sawit, nikel, dan kopi, namun harga hasil pertambangan dan pertanian sering ditentukan oleh pihak luar. Ia membandingkan situasi ini dengan ibu rumah tangga yang susah payah memproduksi, namun harganya ditentukan oleh orang lain. Melalui bursa lokal, pemerintah ingin menciptakan pasar yang transparan, likuid, dan kredibel bagi produsen, petani, dan eksportir.

Sebagai langkah pendukung, pemerintah juga akan membentuk Indonesia Reference Price (IRP) sebagai harga referensi ekspor untuk komoditas utama. OJK juga melakukan reformasi pasar modal termasuk demutualisasi untuk meningkatkan kredibilitas pasar modal Indonesia secara internasional.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait