Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Prabowo Jelaskan Pengelolaan Keuangan Negara

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa APBN tidak hanya sebagai instrumen pengelolaan keuangan negara, tetapi juga alat untuk menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pada pertemuan dengan DPR RI, ia menyampaikan bahwa hingga akhir Juli 2026, pendapatan negara tumbuh 21,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sementara belanja negara naik 18,2%. Defisit APBN tercatat hanya 0,91% terhadap PDB, menunjukkan disiplin fiskal yang diterapkan pemerintah.

Pertumbuhan pendapatan negara sebesar 21,3% memberikan ruang fiskal lebih besar bagi pemerintah untuk menjalankan program prioritas seperti perlindungan sosial, pembangunan infrastruktur, dan penguatan pelayanan publik. Belanja negara yang tumbuh 18,2% diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat, memperkuat kualitas layanan publik, dan menggerakkan aktivitas ekonomi di berbagai daerah. Prabowo menekankan bahwa keberpihakan kepada rakyat dapat berjalan seiring dengan pengelolaan anggaran yang prudent.

Dalam penyusunan RAPBN 2027, pemerintah merancang kebijakan fiskal yang tetap ekspansif namun terarah dan terukur. Belanja negara direncanakan mencapai Rp4.097,2 triliun, naik dari Rp3.842,7 triliun pada 2026. Pendapatan negara ditargetkan sebesar Rp3.426 triliun dengan defisit 2,4% terhadap PDB. Pemerintah juga menargetkan pertumbuhan ekonomi 6% pada 2027 dan bersama ATI akan memperkuat investasi jalan tol melalui pembiayaan swasta.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait