Jakarta · Selasa, 1 September 2026Cari
WargaKonoha

Prabowo Menjawab Kritik

Presiden Prabowo Subianto menyatakan sikap terbuka terhadap kritik terhadap pemerintahannya, namun menekankan agar kritik disertai fakta dan didasarkan pada kondisi yang dirasakan masyarakat. Dalam pernyataannya kepada Majalah The Economist, Prabowo menegaskan bahwa kritik merupakan bagian dari demokrasi, tetapi demokrasi juga harus menghasilkan stabilitas agar pemerintahan dapat menjalankan program dan mengambil keputusan jangka panjang. Ia menjelaskan bahwa komposisi Kabinet Merah Putih yang dianggap terlalu besar memang diperlukan mengingat luasnya wilayah dan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai hampir 300 juta jiwa, sehingga kolaborasi dengan berbagai kekuatan politik diperlukan untuk menjaga stabilitas.

Soal kunjungan luar negeri, Prabowo menyatakan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menghadapi situasi geopolitik yang tidak menentu. Ia menegaskan komitmen Indonesia pada politik luar nigeri bebas aktif dan tidak ingin terlibat dalam pakta militer negara manapun. Prabowo juga menanggapi kritik terhadap besarnya anggaran program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, dan pembangunan perumahan rakyat. Menurutnya, fokus utama bukan pada jumlah anggaran yang dikeluarkan, tetapi pada manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat dan efisiensi penggunaannya.

Prabowo menekankan bahwa pemerintah melakukan penghematan dan realokasi anggaran untuk membiayai program-program tersebut, sekaligus berupaya mencegah korupsi. Salah satu pendekatannya adalah memastikan hasil produksi petani dan nelayan memiliki jaminan pasar di dalam negeri agar kekayaan dapat kembali berputar di dalam negeri. Ia menyadari pemerintahan tidak akan sempurna, namun menegaskan komitmen untuk menjawab kritik dengan hasil nyata yang dapat diukur, bukan sekadar retorika.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait